Penguatan Kapasitas Masyarakat Lereng Gunung Lawu melalui Mitigasi Bencana dan Pengendalian Risiko Kesehatan
Desa Hargomulyo yang berada di lereng Gunung Lawu memiliki potensi alam yang besar sebagai kawasan pertanian sekaligus menyimpan berbagai risiko, mulai dari bencana alam, kecelakaan kerja di sektor pertanian, hingga masalah kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PKMM) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) dengan mengusung tema "Penguatan Kapasitas Masyarakat Lereng Gunung Lawu melalui Kegiatan Mitigasi Bencana dan Pengendalian Risiko Kesehatan untuk Mewujudkan Desa Tanggap Darurat."
Selama kurang lebih tiga minggu pelaksanaan pengabdian, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga menjadi mitra belajar bagi masyarakat. Berbagai kegiatan dirancang secara berkesinambungan untuk membangun budaya keselamatan, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta memperkuat perilaku hidup sehat melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah desa, kelompok tani, PKK, Karang Taruna, Sinoman, tenaga pendidik, hingga anak-anak sekolah dasar.
Perjalanan pengabdian diawali dengan kegiatan pembukaan dan koordinasi bersama Pemerintah Desa Hargomulyo sebagai langkah membangun komitmen dan kolaborasi. Dalam perspektif Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), koordinasi merupakan tahapan awal dalam pengendalian risiko karena seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan, peran, serta tanggung jawab masing-masing. Nilai tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Mā'idah ayat 2 yang mengajarkan untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan, sehingga setiap program dapat terlaksana melalui kerja sama yang baik.
Kedekatan mahasiswa dengan masyarakat kemudian dibangun melalui berbagai kegiatan sosial, seperti membantu persiapan Hari Jadi Kabupaten Ngawi, mengikuti kegiatan rewang, kerja bakti, rapat bersama Karang Taruna dan Sinoman, serta berpartisipasi dalam Jalan Sehat Dusun Ngetrep. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong yang menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja dan lingkungan hidup yang aman. Semangat tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW, "Mukmin yang satu dengan mukmin lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling menguatkan." (HR. Bukhari dan Muslim).
Fokus utama program diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Keselamatan Pertanian dan Good Agricultural Practices (GAP) berbasis K3, yang disertai demonstrasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), edukasi bahaya pestisida, skrining kesehatan kerja, serta penyerahan bantuan APD kepada kelompok tani. Edukasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan kerja merupakan investasi untuk menjaga produktivitas petani sekaligus melindungi kesehatan mereka. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 195 :
وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
"Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik", yang menjadi landasan penting dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
Komitmen membangun Desa Tanggap Darurat juga diwujudkan melalui Sosialisasi Kebencanaan, pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BLS), praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta pemasangan berbagai safety sign di titik-titik strategis desa. Kegiatan ini memberikan bekal kepada masyarakat agar mampu mengenali potensi bahaya, mengambil tindakan yang tepat saat keadaan darurat, dan meminimalkan risiko korban. Upaya kesiapsiagaan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. An-Nisā' ayat 71,
اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا خُذُوْا حِذْرَكُمْ فَانْفِرُوْا ثُبَاتٍ اَوِ انْفِرُوْا جَمِيْعًا
"Wahai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah dan majulah (ke medan pertempuran) secara berkelompok-kelompok atau majulah bersama-sama (serentak).", yang mengajarkan pentingnya kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi.
Penguatan budaya keselamatan juga ditanamkan kepada generasi muda melalui sosialisasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dan penanganan tersedak di SDN Hargomulyo 2. Edukasi sejak usia dini diharapkan mampu membentuk karakter yang peduli terhadap keselamatan diri maupun orang lain. Di sisi lain, mahasiswa juga berkontribusi dalam pembinaan karakter religius melalui kegiatan mengajar di TPA Al Amin dengan mengajarkan Al-Qur'an, Iqra', praktik salat, dan akhlak Islami. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari).
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui pemaparan hasil program kepada Pemerintah Desa Hargomulyo sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus penyampaian rekomendasi keberlanjutan program. Evaluasi ini merupakan bagian dari prinsip continuous improvement dalam K3, yaitu melakukan perbaikan secara berkelanjutan agar manfaat program tetap dirasakan masyarakat meskipun masa PKMM-KKN telah berakhir. Nilai tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Hasyr ayat 18 :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan"
Melalui sepuluh rangkaian kegiatan tersebut, PKMM-KKN UNUSA tidak hanya menghadirkan program edukasi, tetapi juga membangun budaya keselamatan, memperkuat kesiapsiagaan bencana, meningkatkan kesadaran kesehatan, serta mempererat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Besar harapan bahwa berbagai inisiatif yang telah dilaksanakan dapat menjadi langkah awal menuju Desa Hargomulyo yang lebih tangguh, sehat, aman, dan berdaya, sehingga semangat pengabdian yang ditanamkan selama PKMM-KKN dapat terus tumbuh dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Komentar
Posting Komentar